Cerpen

Cerpen (4)

 Apasih kok gini amat nasibku? Apa aku dari kecil sudah menjadi gemuk?, Mengapa dengan tubuhku ini?.

Perasaan bahagia menyeruak ke dalam hati Nirina ketika melihat senyum bahagia nenek yang telah selesai memakan roti pemberiannya. Nenek itu kembali menggerakkan tangannya, mengisyaratkan sesuatu yang masih tak dimengerti Nirina. Melihat Nirina yang mengerutkan dahinya, nenek itu mengerti bahwa Nirina tak memahami maksudnya. Nenek itu berpikir sejenak, lalu mengarahkan tangannya pada jalan raya di depannya. Menunjuk rintik hujan yang entah sejak kapan mulai mereda. 

Tampaknya langit menolak bersahabat dalam waktu singkat. Pantulan warna kelabu hampir memenuhi seisi kota. Gemuruh pun sudah berulang kali memperdengarkan keperkasaannya di balik mega. Belum lagi curahan kesedihan dari langit yang semakin lama semakin bertambah intensitasnya. 

Di sebuah desa, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa.Ia bernama Yusuf. Ia seorang anak yang berumur 15 tahun,ia anak yang sangat taat dalam beribadah walau masih usia dini.Perhatiannya sangat besar kepada ayahnya,hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras dan tidak mengenal putus asa. Ia seorang anak yang seharusnya menikmati masa kecilnya dengan bahagia dan tak kenal beban kehidupan,yang seharusnya belajar dan bermain dengan teman-temannya.